Thursday, 17 June 2010 07:16

Pluto

Rate this item
(1 Vote)

Sama seperti dengan karya aslinya, Pluto mengisahkan mengenai sebuah robot misterius yang menghancurkan para robot-robot super kuat lainnya. Di dunia manga ini ada tujuh robot yang disebut sebagai yang terkuat: Mont-Blanc, Gesicht, Brando, North #2, Epsilon, Heracles, dan Atom. Manga ini diawali dengan kematian Mont-Blanc dan Gesicht sebagai seorang robot detektif ditugaskan untuk menyelidiki kematiannya. Seiring dengan kemajuan penyelidikan Gesicht, satu demi satu robot lainnya mulai dihabisi oleh robot misterius tersebut.

Gesicht juga menemukan bahwa diincarnya mereka terkait dengan perang melawan Persia yang mereka lakoni beberapa tahun silam. Membaca ringkasan di atas kalian mungkin heran kenapa saya justru sering menyebut nama Gesicht ketimbang Atom. Itu dikarenakan tokoh utama dalam manga ini bukan Atom! Naoki Urasawa berusaha membuat remake ini sebagai karya yang berbeda dari karya aslinya dan itu tidak hanya dari design karakter semata tetapi juga dari seluruh nuansa yang melingkupi manga ini. Kalau manga Astro Boy condong ke fantasi, manga karya Urasawa ini lebih condong ke misteri bercampur dengan noir bercampur dengan sci-fi. Mana yang lebih bagus? Sejujurnya saja keduanya sangat mirip (karena mengambil basis cerita yang sama) tetapi juga sangat berbeda. Kalau saya memang dipaksa menjawab, jawabannya: imbang. Keduanya luar biasa.

Saya tadi menyebutkan kalau satu-satunya karya Urasawa yang saya baca sebelum Pluto ini adalah Yawara. Tentu saja kisah sang gadis judo yang lebih ‘ringan’ tidak bisa dijadikan patokan di sini. Baru setelah membaca Plutolah saya sadar kenapa Urasawa disebut seorang jenius. Ia menguasai kertas dan setiap panel komik dan memaksa pembaca untuk larut ke dalam karya-karyanya. Setiap chapter dalam Pluto saya baca dua kali karena kali pertama saya sama sekali tak bisa berfokus pada kata-kata, terkagum-kagum akan tiap goresan realistis Urasawa dan detail yang ia berikan pada setiap panelnya. Saat kedua membaca saya lagi-lagi dibuat terkagum-kagum akan jalinan cerita yang Urasawa tawarkan. Walau kisah ini secara garis besar sama dengan Astro Boy, tiap karakternya mengalami perubahan sifat yang cukup signifikan. Hampir mustahil bagi pembaca untuk bersimpati kepada setiap mereka. Tercatat dua kali saya menangis selama membaca manga sepanjang delapan volume ini!

Bagiku satu-satunya kelemahan Pluto terletak pada volume terakhirnya. Karena ini sebuah remake, mau tidak mau beberapa hal yang ada di manga aslinya tidak bisa diubah oleh Urasawa, bukan karena sang mangaka tidak mampu, tapi lebih karena rasa hormat kepada sang senior. Endingnya tidak jelek, tetapi sedikit kurang greget dan klise bila dibandingkan dengan tujuh volume awalnya yang bisa dibilang tanpa cela.

So my verdict is… kamu tidak perlu tahu mengenai kisah aslinya untuk menikmati Pluto. Beberapa forum yang saya baca mengatakan kalau Pluto adalah karya yang luar biasa dari Urasawa tapi masih kalah (!) dibandingkan dengan Monster atau 20th Century Boys. Wah wah, membaca itu saya makin penasaran dengan karya lainnya dari Urasawa. Siapa tahu saja, dialah Osamu Tezukanya manga jaman modern?

Score: 9.8

Manga Details
Writer: Naoki Urasawa
Artist: Naoki Urasawa
Publisher: Big Comic Original
Volume: 01 - 08

Last modified on Thursday, 17 June 2010 07:19

Iklan